1. RESIN (Reuse Condensat Desalination Plant) untuk Menghindari Overflow Condensat Tank dan Efisiensi Air Eksternal saat Unit Stop
Saat steam turbine dalam keadaan stop operasi karena keterbatasan gas, unit auxiliary boiler dan desalination plant harus tetap dioperasikan untuk memproduksi air eksternal (Raw Water) yang masih dibutuhkan untuk pendinginan/seal-seal pompa yang masih beroperasi ketika unit dalam status standby. Dikarenakan steam turbine standby maka pada saat itu proses produksi raw water di desalination plant menggunakan sumber steam dari auxiliary boiler untuk memanaskan brine heater. Steam ini akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi condensat yang selanjutnya akan dipompakan oleh condensat pump ke dalam tangki condensat make up water dengan flow rata-rata sebesar ± 5-7 ton/jam. Pada saat awal produksi tangki condensate make up water masih bisa menampung produk condensat dari desalination plant namun minimnya pemakaian menyebabkan overflow terjadi pada tangki condensate make up water. Oleh karena itu, PT Indonesia Power PLTGU Cilegon mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan pengalihan aliran tangki kondensat menuju make up water tank, dilakukan simulasi pencampuran sederhana untuk memastikan bahwa pada saat dan setelah dilakukan pencampuran tidak akan merubah kualitas air di dalam make up water tank.
2. Pemanfaatan Air PAM Area Plant Ring 1 sebagai pengganti air proses produksi desalination plant
Penggantian penggunaan air dari proses produksi desalination plant ke air PAM pada area plant ring 1 (CCR, ST Building, Workshop, Warehaouse, BOP, Lab, dll). Bertujuan untuk efisiensi produksi desalination plant (air laut) dan pengendalian pencemaran air menggunakan chemical injection (antiscale/antifoam) dan pemanfaatan pemakaian air PAM sesuai peruntukan fasilitas penunjang/domestic pada area plant Ring 1.Modifikasi pipa untuk peningkatan kapasitas air PAM pengganti kebutuhan air fasilitas penunjang/domestic dari proses produksi desalination plant air servis ring 1.
Enhancement Performance HRSG1.1 dan HRSG1.2 Economizer Inlet Valve.
Peningkatan kinerja dan efisiensi pemakaian feedwater (makeup water) dari deaerator menuju HP/IP/LP drum HRSG melalui HP/IP/LP economizer saat kondisi HRSG1.1 dan HRSG1.2 standby/stop. Kondisi HP/IP/LP economizer inlet valve termonitor masih ada aliran atau flow 2-5 m3/hr, sehingga mengindikasikan masih ada aliran / passing meskipun kondisi valve close.
4. Efisiensi Penggunaan Air melalui Pemasangan Air Kran Wastafel Otomatis
Pemasangan kran otomaris pada wastafel yang digunakan oleh karyawan Indonesia Power
PLTGU Cilegon menghasilkan efisiensi air. Setelah melalui pengamatan yang dilakukan, kran otomatis membantu penghematan air yang terbuang karena pemakaian berlebih dari wastafel atau kelalaian dalam mematikan keran.
5. Recovery Sistem Piping Potable Water
Peningkatan kinerja dan efisiensi pemakaian air system penunjang/domestic dengan program recovery system piping portable water yang mengindikasikan kebocoran / rembesan sehingga mengurangi losses air sistem penunjang (air PAM). Perbaikan dan penggantian piping.
6. Pemanfaatan Waste Water (Air Conditioner) AC Central Area ST Building sebagai service/cleaning water
Pemanfaatan air buangan AC Central (AHU) Area ST building untuk air servis/cleaning (water utilization). Pembuatan instalasi penampungan air buangan / kondensasi AC Central Area ST Building sebagai sumber lain dari fasilitas penunjang untuk penggunaan air servis/cleaning. Air hasil kondensasi AC ditampung dalam toren air kemudian dialirkan melalui pipa menuju kran-kran air.
7. Penyediaan sarana pengairan greenhouse Desa Argawana
Masyarakat binaan desa argawana merupakan masyarakat binaan PT Indonesia Power PLTGU Cilegon yang bertempat di Desa Argawana. Salah satu kegiatan yang dilakuakan oleh masyarakat Desa Aragawana adalah bercocok tanam. Salah satu tanaman yang ditanam oleh masyarakat sekitar adalah kangkung. Pada prosesnya, penyiraman merupakan salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh masyarakat binaan guna memelihara pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pada prosesnya, salah satu kendala yang dirasakan oleh masyarakat binaan ialah sulitnya ketersediaan air bersih disekitar lokasi penanaman. Hal tersebut cukup menjadi kendala dalam proses penanaman. Oleh karena itu, PT Indonesia Power PLTGU Cilegob membantu membuat saluran dan reservoir guna penyiraman yang dilakukan oleh masyarakat binaan Desa Argawana. Kegiatan ini mulai dilakukan pada awal bulan Agustus tahun 2022.
–PENURUNAN BEBAN PENCEMARAN–
1. Pengaturan Dilute NaOH & HCl Injection Pada Ph Control & Oxidation Pit
Pengaturan dilute NaOH dan HCl injection (concentrate 20-30% + Water 70 – 80%) yang diinjeksikan pada pH control & oxidation pit sesuai dengan pengambilan data dapat menurunkan beban pencemaran secara efektif. Pengaturan dilute NaOH & HCl injection pump saat kondisi unit neutralizing pit/ wastewater storage pond level high agar efektif menurunkan beban pencemar air. Sehingga polutan yang ditreatment sudah optimal dan dapat menurunkan beban pencemar air seperti TSS, Fe, Cu, Zn, Cr dan lainya sebelum dialirkan ke badan air.
2. Pola Operasi Open Optimal HRSG Continuous Blowdown Valve Untuk Menurunkan Beban Pencemar PO4
Pola Operasi Open Optimal HRSG Continuous Blowdown Valve (CBD) untuk menurunkan beban pencemar PO4. Dengan prinsip kerja mengurangi debit air menuju IPAL secara langsung dapat mengurangi jumlah beban pencemar air (PO4) yang terkandung didalamnya. Pengaturan optimal open and close HRSG continuous blowdown valve sesuai untuk menjaga debit dan kualitas air pada drum HRSG selama operasi normal. Metode yang dilakukan dengan mengatur Valve open saat kondisi kualitas air di drum HRSG tidak baik terutama terdapat kandungan silica tinggi, diatur dengan kadar konsentrasi 0 – 7 % (Sebelumya open 5 – 15%). Setelah kualitas air normal, Valve CBD di close atau dikurangi open nya.
Perbaikan lingkungan yang dilakukan dengan cara mengontrol jumlah phosphate yang diinjeksikan ke HRSG (Heat Recovery Steam Generator) yang akan berpengaruh kepada penurunan beban pencemar air. Program MODIFIKASI RELAY INJEKSI PHOSPHATE (HP, IP, LP) DRUM HRSG ini berdampak pada perubahan sistem injeksi PO4 ke dalam drum. Awalnya ketika HRSG yang beroperasi hanya satu sistem injeksi tidak mampu berjalan secara auto. Namun setelah dilakukan modifikasi maka sistem injeksi PO4 ke HRSG dapat berlangsung secara auto. Rata-rata beban pencemar air PO4 sebelum modifikasi relay injeksi phosphate adalah 0.0825 ton/bulan dan setelah modifikasi rata-rata menjadi 0.0554 ton/bulan.