PENURUNAN PENCEMARAN UDARA

+ PROGRAM

1. GUEVARA (Gas Use Variabel Application)

Pada tahun 2020 ada penurunan suplai gas dari PHE OSES dari yang sebelumnya sebesar 64 BBTUD menjadi 30 BBTUD. Kondisi ini menyebabkan PLTGU Cilegon hanya mendapat suplai gas sebesar separuh daripada suplai yang dibutuhkan untuk dapat beroperasi beban penuh dengan pola operasi 2-2-1. Hal ini menunjukkan adanya ketidakoptimalan pola operasi yang diterapkan. Sehingga nilai heat rate (perbandingan berapa banyak energi yang digunakan untuk menghasilkan produk listrik) menjadi tinggi. Heat rate menunjukkan efisiensi pembangkit yang berpengaruh kepada supplier dan juga penerima produk listrik/ konsumen. Dari permasalah di atas dipilih sebuah solusi berupa program GUEVARA atau Gas Use Variable Application merupakan suatu aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk memprediksi output heat rate dari pembangkit dengan hanya melakukan input total suplai gas dan kadar CO2. Dengan kondisi pola operasi optimal yang terpilih menggunakan aplikasi Nilai Heat Rate akan optimal dan efisiensi yang ditargetkan dapat tercapai.

2. Modifikasi Tripod Inlet Air Filter

Modifikasi Tripod Inlet Air Filter adalah program yang dilakukan dengan cara mengubah desain dari support inlet air filter. Modifikasi ini bertujuan untuk menurunkan differential pressure (DP). Penurunan ini differential pressure ini akan berdampak pada penurunan heat rate turbin gas sehingga akan mengurangi pemakaian energi gas.

3. Repowering Desalination Plant

Kerak adalah salah satu masalah yang dominan dalam instalasi desalinasi. Kecepatan
pembentukan kerak dalam air laut tergantung pada temperatur, pH, konsentrasi ion, kejenuhan larutan cemaran lumpur yang terdispersi pada air laut, nukleasi dan difusi. Kerak akan mengurangi keefektifan (produksi dan konsumsi panas) dari proses distilasi, untuk menghindari berkurangnya unjuk kerja yang disebabkan pengendapan kerak, unit itu desalinasi menggunakan kontrol kerak. Untuk mengontrol problem kerak ini, metode yang dapat digunakan adalah penambahan zat kimia yang bersifat asam, sebagai Aditif. Program chemical cleaning desalination plant dilakukan pada tubing-tubing penukar panas (heat exchanger) pada desalination plant sehingga mengoptimalkan terjadinya proses perpindahan panas dan akan menurunkan konsumsi heating steam yang dibutuhkan untuk proses evaporasi.

4. (Refund Free GT)- Modifikasi Under Frequency Relay pada Gas Turbin

Program Modifikasi Replenishment Fasilitas Under Frequency Relay pada Gas Turbin tidak
dilakukan dengan cara melakukan penambahan relay under frequency yang bekerja pada saat nilai frequency system jaringan mencapai 47.5Hz. Relay Under Frequency akan memerintahkan breaker pemutus (CB) pada sisi Gardu Induk Pembangkit dalam kondisi open. Kondisi CB dalam keadaan open membuat Gas Turbin tidak trip tetapi tetap beroperasi untuk menyuplai kebutuhan Auxiliary Power Gas Turbin itu sendiri.

5. Improvement Gas Turbin Flame Detector melalui modifikasi distance pieces

Combustion system merupakan sebuah system yang berfungsi sebagai tempat terjadinya
pembakaran pada gas turbin, di dalam combustion system terdapat peralatan-peralatan yang dirangkai sedemikian rupa agar combustion system bekerja sebagaimana fungsinya. Peralatan tersebut dikelompokkan menjadi peralatan utama dan peralatan pendukung, salah satu peralatan pendukung yang mempunyai fungsi sangat penting adalah flame detector dimana fungsinya untuk mendeteks ada atau tidak adanya pembakaran pada combustor Flame detector pada gas turbin Mitsubishi M701F PLTGU Cilegon mempunyai kelemahan yakni apabila dioperasikan dalam waktu yang lama maka akan muncul contaminant (kotoran/fouling) yang menutupi convex lens (lensa yang berfungsi membaca ada/tidaknya pembakaran pada gas turbin) sehingga menyebabkan kesalahan deteksi flame yang akan mengakibatkan unit trip atau gagal start. Untuk menghindari resiko tersebut solusi yang dilakukan adalah dengan melakukan Improvement pada distance piece flame detector agar dapat ditambahkan purge air menggunakan instrument air sehingga masalah kontaminasi pada convex lens dapat teratasi.

6. Optimasi Operasi Fan dari System Pendingin CCW GT

Merupakan program efisiensi Energi di lingkungan UJP PLTGU Cilegon untuk pengurangan PS. Fan ini merupakan sebagai bagian dari sistem pendingin yang menggunakan media udara untuk menurunkan temperature air (water). Cara kerjanya udara yang dihasilkan oleh fan dihembuskan ke tubing-tubing yang berisi air dengan temperature yang cukup panas. Fan bisa Operasi karena aliran listrik dan memanfaatkan temperature Ambient temperature yang dihembuskan ke tubing. Karena sistem pendingin yang digunakan adalah type tube sehingga fsangat mengandalkan temperature ambient yang ada disekitar. Keunggulan bisa memanfaatkan kondisi cuaca pada malam hari/ ketika musim hujan dengan temparature ambient yang sangat rendah sehingga Fan tidak perlu Operasi semuanya. Pengoperasian Fan di lingkungan UJP PLTGU Cilegon beroperasi dengan sistem Manual dan di Stop ketika malam hari dari jam 18:00 s/d 06:00 WIB.

7. Pengaplikasian blade coating pada Gas Turbin Compressor

Gas Turbin Compressor Blade Coating adalah program pelapisan Blade (sudu) dari Gas Turbin Compressor sehingga blade compressor tidak terkontak langsung dengan udara yang dikompresi. Sebelum masuk ke dalam compressor, udara disaring terlebih dahulu oleh Air Filter. Air Filter ini mampu untuk menahan partikel-partikel besar masuk ke dalam compressor. Namun partikel-partikel debu yang sangat halus tidak dapat disaring oleh filter ini. Partikel- partikel halus ini bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga jika bertubrukan dengan blade compressor, lama-kelamaan akan menyebabkan defect pada permukaan blade compressor. Defect pada permukaan blade compressor ini dapat mengganggu putaran compressor dan mengakibatkan dibutuhkan energi yang lebih banyak untuk dapat memutar compressor. Dengan pengaplikasian coating pada blade compressor, maka blade compressor menjadi terlindungi oleh coating sehingga defect pada blade compressor dapat dihindari dan mengurangi pemakaian energi yang dibutuhkan.

8. Modifikasi Sistem Alarm Excitasi Cubicle untuk Menghindari Kegagalan Start Unit

Permasalaha pada system eksitasi yang ditemui di lapangan adalah pada design system alarm eksitasi cubicle, yakni terdapat kelemahan pada schematic diagram dimana alarm “eksitasi cubicle failure” baru akan muncul setelah unit rated speed 3000 rp, sehingga apabila ada indikasi permasalahan pada system eksitasi, alarm baru akan muncul setelah unit siap untuk sinkron. Sehingga sumber daya untuk memutar turbin sampai dengan rated speed akan sia-sia. Seharusnya alarm ini dapat muncul bahkan sebelum unit start dan dapat menjadi salah satu syarat untuk start unit. Modifikasi dilakukan dengan melakukan penambahan relay. Modifikasi ini menyebabkan alarm berbunyi ketika terjadi abnormality pada sistem eksitasi cubicle. Pada sistem sebelum program abnormality baru dapat dideteksi saat unit sudah singkron dengan jaringan, maka akan terjadi pemborosan yangs sangat besar pada penggunaan gas yang diperlukan saat proses start hingga sinkron. Dengan dilakukaannya modifikasi, abnormality dapat dideteksi lebih dini sehingga pemborosan gas dapat dicegah.

9. Offline Bladewashing saat Inspection GT

Offline Blade wash adalah program pembersihan sudu-sudu kompresor gas turbin saat kondisi unit offline. Kebersihan sudu kompresor gas turbin menjadi penting karena daya yang dihasilkan turbin gas sebagian besar digunakan oleh kompresor untuk memampatkan udara. Dalam program ini menggunakan detergen Zok sebagai media pembersih setelah dicampur dengan air demin. Hasil dari offline blade wash dapat terlihat pada performance test sebelum dan sesudahnya.

10. Repowering Condensor Untuk Mencegah Kebocoran Tube Kondensasi

Program Repowering Condensor dilakukan melakukan inspeksi terhadap tubing-tubing condenser dimana jika terjadi kebocoran maka akan menurunkan nilai vacuum condenser sehingga membutuhkan energi yang lebih banyak untuk mengkondensasi steam menjadi air kembali dan juga dilakukan dengan melakukan pembersihan chemical pada tubing tubing condenser yang berfungsi sebagai penukar panas pada proses kondensasi.

11. Modifikasi Chamber Level Switch Water Box Condenser Steam Turbin plant PLTGU Cilegon OMU

Kondesor berfungsi untuk mengkondensasi (pengembunan) uap bekas turbin. Uap yang sudah digunakan untuk memutar turbin. Pada kondesor steam turbin mempunyai komponen penting salah satunya water box kondensor yang diamankan oleh peralatan instrument yaitu level switch water box yang dilengkapi dengan sensor untuk mendeteksi ketinggian suatu aliran. Sistem kerja dari level switch water box ini untuk menjaga level air di water box tetap aman dan normal saat operasi. Jika sewaktu kondisi air laut di water box low dan udara terjebak, maka level switch tersebut akan mentrigger pompa primming pump dan seal water pump running untuk menjaga level air laut pada water box tersebut terisi air penuh. Modifikasi ini akan berdampak efisiensi energi dalam menghindari sering terjadinya start/stop priming pum dan Trip ST.

12. Modifikasi Auto Load Limit Dalam Mengatasi Run Back Gas Turbin

Dalam hal ini, diketahui performance kompresor yang disupply PT TIP tidak optimal sehingga berpotensi nya unit gas turbine atau steam turbine trip, dimana salah satu kompresor TIP trip, maka supply berkurang sekitar 13 BBTUD sekitar 42 MW, yang dimana Gas turbine dari beban 120 MW akan turun sekitar 70 MW, dan pressure gas turun dari 39 ke 36 kg/cm2 yang dapat mentrigger sinyal runback gas turbine. Dalam hal
ini, perlunya auto load limit saat pressure gas dan beban rendah, akan automatis merubah mode free governor ke load limit, sehingga team operator control room yang tidak sempat merubah mode tersebut akan terselamatkan dengan mode load limit tersebut untuk mengatur beban secara kebutuhan performance kompresor TIP dan tidak terpengaruhnya jaringan frekuensi sehingga potensi steam turbine trip akan terhindar dan tetap berjalan operasi untuk steam turbine maupun gas turbine.

13. Peningkatan Sumber Energi Terbarukan Pada Gedung Kantor Engineering Menggunakan Sel Surya 250 KwP

Sel surya atau solar cell adalah sebuah alat semikonduktor yang terdiri dari diode p-n junction dimana cahaya matahari mampu disimpan menjadi energi listrik yang berguna. Perubahan ini disebut efek photovoltaic. Hal inilah yang melatar belakangi implementasi photovoltaic di lingkungan UJP PLTGU Cilegon. Gedung yang dipasangi sel surya/ photovoltaic adalah Gedung kantor engineering, yang dimanfaatkan untuk penerangan dan beberapa alat elektronik. Fasilitas sel photovoltaic ini dilengkapi dengan baterai aki untuk penyimpan dayanya ketika siang hari atau cahaya matahari

14. Penerangan Untuk Peternakan Domba Garut Bibit Unggul di Kecamatan Cikeusal,Serang Banten

Program peningkatan populasi domba bibit unggul di area ring 1 memiliki kendala dalam
budidayanya. Dalam upaya untuk mengembangkan sentra pengelolaan domba di wilayah Serang dan sekitarnya, PT IP PLTGU Cilegon memperluas jaringan kemitraan dengan himpunan pengusaha ternak di tingkat provinsi dan nasional untuk penyebaran bibit Unggul domba di Desa Sukamaju. Diharapkan lokasi ini dapat menjadi sarana transfer knowledge / pusat penelitian dan pengembangan bibit domba melalui pelatihan, penelitian, studi banding, dan Menjadi sentra Pengelolaan Domba modern dan bersahabat dengan lingkungan (zero waste). Dalam mewujudkan konsep Green Farming Cycle, Renewable Energy, supply listrik di area kandang dilakukan dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) yakni pemasangan solar pv. Listrik digunakan dalam kebutuhan untuk penerangan kandang, mesin air, mesun cukur, dan mesin pencacah.

15. Optimasi Penggunaan Kendaraan Operasional (BUS) Untuk Menggantikan Kendaraan Pribadi

Pengadaan fasilitas bus untuk penjemputan karyawan di titik yang sudah dtentukan di daerah tempat tinggal karyawan sangat efisien untuk mengurangi pencemaran udara dibandingkan dengan karyawan memakai kendaraan pribadi. Pengurangan emisi dapat dilihat dari selisih data emisi penggunaan bus dan data emisi penggunaan kendaraan pribadi karyawan. Hasil dari data perhitungan dapat dillihat pada tabel 1 berikut.

||+ TAHUN DAN ANGGARAN +||

+ HASIL ABSOLUTE

1. Tabel

2. Grafik